“Fairuz”-”Agregator”

Semut Bicara

Juni 6th, 2008 · No Comments

Kuperhatikan semut-semut itu. Mereka berjalan berurutan di dinding kamarku. Ada yang ke arah kanan, ada yang ke arah kiri. Semuanya berbaris rapi, baik yang ke kanan, maupun yang ke kiri. Jika berpapasan, mereka berhenti sejenak, lalu saling menempelkan kepala mereka satu sama lain. Apa sebenarnya yang mereka lakukan? Saling menyapakah? Aku penasaran. Hemmm, saatnya Detektif Reni beraksi. Kupilih seekor semut untuk kuamati gerak-geriknya. Dia berjalan, lalu berhenti sejenak dan menempelkan kepalanya pada kepala seekor semut lainnya. Kukuping pembicaraan mereka.

“Ada serpihan gula merah yang lezat di dekat keyboard komputer Mba Reni,” ucap semut objek pengamatanku.
“Hati-hati, ada kerangkang merah yang menakutkan di dekat pintu kamar Mba Reni,” kata semut yang satunya.

Serpihan gula merah di dekat keyboard? Kok aku tidak melihat? Dan, siapa pula yang baru memakan gula merah di sini? Kok aku tidak tahu? (lagi…)

Tags: catatanku